Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Tak Hanya di Indonesia, 3 Negara ini Juga Gunakan Bahasa Jawa Sebagai Bahasa Sehari-Hari

 Suku Jawa menjadi salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten/Kota Serang–Cilegon.

Pada tahun 2010, setidaknya 40% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa.

Dengan banyaknya suku Jawa, maka tak heran banyak juga orang yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari.

Tapi tahukah kamu bahwa tidak hanya orang Jawa yang menggunakan bahasa Jawa?

Nyatanya bahasa Jawa juga digunakan di negara asing.

Dilansir dari bobo.grid.id pada Sabtu (6/6/2020), ada berbagai alasan mengapa bahasa Jawa bisa menjadi bahasa sehari-hari mereka di sana.

Namun, alasan utamanya adalah banyak warga Jawa yang pindah ke berbagai negara.

Mereka tetap mempertahankan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari bahkan setelah pindah ke negeri orang.

Wah, di mana saja ya itu? Yuk, kita simak!

1. Malaysia

Di Malaysia, tepatnya di daerah Selangor dan Johor, ada banyak warga Jawa yang tinggal di sana.

Menurut data penelitian, setidaknya ada 20% warga suku Jawa dari total populasi di sana.

Bahkan di Johor, ada sebuah tempat bernama Parit Jawa yang merupakan tempat tinggal banyak warga Jawa.

Karena itulah, bahasa Jawa diapakai dalam aktivitas mereka sehari-hari.

2. Singapura

Ada sebuah daerah di Singapura yang menjadi tempat bermukimnya orang-orang Jawa.

Tempat itu disebut Kampong Jawa atau Kampung Jawa.

Kampong Jawa ini terletak di tepi sungai Rochor.

Nah, selain itu, ada juga sebuah pemukiman orang Jawa bersama dengan orang Melayu dan Tionghoa.

Pemukiman itu disebut Kallang Airport Estate.

Namanya saja sudah pemukiman Jawa, berarti orang-orang di sana masih keturunan Jawa dan pastinya memakai bahasa Jawa.

3. Belanda

Belanda ternyata menjadi tempat lahir para pakar bahasa Jawa, lo.

Di Belanda, ada satu universitas, yaitu Universitas Leiden.

Ada beberapa orang Indonesia yang menjadi pakar bahasa Jawa setelah lulus kuliah dari universitas itu.

Misalnya saja pahlawan kemerdekaan Indonesia, yaitu Achmad Soebardjo dan Soepomo, bahkan juga Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hangekubuwono IX.

Di sana juga ada naskah-naskah kuni bertuliskan huruf Jawa yang masih terawat.

Sama seperti beberapa orang tua di Indonesia yang bisa bahasa Belanda, orang-orang tua di Belanda juga bisa bahasa Indonesia karena penjajahan selama 3,5 abad.

Karena itulah, bahasa Indonesia, terutama bahasa Jawa, menjadi bahasa sehari-hari di beberapa wilayah di Belanda.

(*)

Sumber: grid.id

Rekomendasi

Berhasil Lolos dari ‘Maut’ Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput Pakai Kuda, Diarak untuk Rayakan Siap Kembali Mencari Nafkah

GULE KAMBING

Back to Top