Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Saat Anies Ingin Jakarta Deteksi Dini Sehari Sebelum Banjir Tiba

Gubernur DKI Anies Baswedan menerbitkan instruksi gubernur (ingub) tentang pengendalian banjir di masa perubahan iklim. Anies meminta peringatan dini disiarkan satu hari sebelum banjir datang.

“Membangun sistem deteksi dan peringatan dini kebijakan banjir serta sistem penanggulangan bencana banjir yang antisipasif, prediktif, cerdas, dan terpadu,” demikian bunyi salah satu poin dalam Ingub Nomor 52 Tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir di Era Perubahan Iklim seperti dilihat detikcom, Rabu (23/9/2020). Ingub itu diteken pada 15 September 2020.

Anies juga meminta ada evaluasi terkait struktur organisasi di Dinas SDA (Sumber Daya Air). Anies berharap ada penyesuaian agar penanganan lebih responsif.

“Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi menelaah dan merekomendasikan kebutuhan penyesuaian struktur organisasi perangkat daerah, khususnya di Dinas Sumber Daya Air, yang lebih responsif terhadap pengendalian banjir di era perubahan iklim. Dengan target selesai bulan Oktober 2020,” demikian bunyi dalam Ingub tersebut.

Berikut tujuh pokok instruksi dalam Ingub tersebut:

1) Membangun sistem deteksi dan peringatan dini kejadian banjir serta sistem penanggulangan banjir yang adaptif, prediktif, cerdas, dan terpadu.
2) Memanfaatkan infrastruktur pengendalian banjir eksisting selalu beroperasi dalam kapasitas optimal.
3) Mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang belum terealisasi.
4) Mendorong pemenuhan kewajiban dan peran serta seluruh komponen masyarakat dalam pengendalian banjir.
5) Menyempurnakan sistem pengendalian banjir yang sesuai dengan tuntutan kondisi perubahan iklim.
6) Membangun kesadaran, keberdayaan, dan kebudayaan masyarakat yang responsif terhadap banjir dan perubahan iklim.
7) Memastikan ketersediaan kebutuhan fisik dan melakukan terobosan penyerapan anggaran untuk pengendalian banjir.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta A Riza Patria mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk pengungsi. Menurutnya, lokasi pengungsian tetap akan mengedepankan protokol kesehatan virus Corona (COVID-19).

“Kami juga sudah menyiapkan titik-titik jumlah penampungan yang jumlahnya dua kali lipat karena ini masa pandemi COVID jadi kita tetep memperhatikan protokol COVID, kemudian juga jajaran kami sudah siap,” kata A Riza Patria kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (21/9/2020).

Ariza memprediksi musim hujan akan datang lebih cepat. Dia meminta kepada warga Jakarta untuk bersiap menghadapi banjir.

“Kita minta masyarakat bersiap di musim hujan, apalagi terjadi anomali di beberapa negara, ada terjadi banjir disertai badai. Pada percepatan, biasanya banjir di Jakarta terjadi di akhir Desember-Januari hingga sampai Maret,” ucap dia.

“Ada percepatan (musim hujan), untuk itu, jadi masyarakat harus bersiap, disamping terus menjaga kebersihan lingkungan tidak membuang sampah,” ujar Ariza.

54 Ekskavator Dikerahkan Antisipasi Banjir Jakarta

Ariza mengatakan Pemprov DKI juga sudah menyiapkan 54 ekskavator untuk mengantisipasi banjir. Pengerukan terus dilakukan setiap hari.

“Jadi kami sudah menyiapkan dan 54 ekskavator beko dan sebagainya yang melakukan pengerukan sepanjang hari,” kata Ariza.

Bahkan, menurut A Riza, alat berat tersebut sudah beroperasi sejak awal tahun. Sehingga, bisa meminimalisir banjir saat musim hujan tiba.

“Bahkan sepanjang tahun beko atau ekskavator yang kami miliki pekerjakan seluruh jajaran kami untuk mengeruk sungai sungai di Jakarta waduk dan situ mudah mudahan bisa mengurangi,” ucapnya

sumber: detik.com

Rekomendasi

Sudah Sampai Mana Proyek Listrik 35 Ribu MW?

Kapolri Keluarkan Maklumat Setelah Presiden Jokowi Sebut Enggan Ikuti Saran PBNU dan Muhammadiyah

Back to Top