Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Rayakan Ultah Istri, Luhut Siap Tepati Janjinya di 2024 Nanti, Apa itu?

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tengah merayakan hari bahagia. Istri tercintanya tengah berulang tahun ke 71 pada hari ini, Jumat (16/10/2020).

Menteri Luhut lantas menuliskan sebuah pesan cinta untuk sang istri melalui sosial medianya. Ia merasa beruntung memiliki Devi Pandjaitan Br Simatupang sebagai istrinya.

Luhut yang tengah menjalani karantina karena baru bepergian dari Tiongkok menulis pesan tersebut dengan mengenang masa-masa awal menjalin cinta dengan Devi.

“Satu hal yang selalu saya ingat adalah bagaimana saya jatuh cinta sejak pertama kali saya bertemu dengannya di Bandung tahun 1965. Dan betapa beruntungnya saya karena mendapatkan istri yang tidak hanya cerdas dan cantik, tetapi juga punya hati yang begitu ikhlas,” tulis Luhut.

Ia menyebut, tak mudah menjadi istri seorang prajurit TNI yang sering bertugas ke luar daerah. Purnawirawan Jenderal TNI ini merasa berhutang kepada istri yang telah memberinya 4 orang anak.

“Sebagai anak seorang Menteri di zaman Presiden Soekarno, meninggalkan segala kenyamanan hidupnya tentu bukanlah hal yang mudah, tapi semua itu ia lakukan dengan ikhlas,” lanjut Luhut.

Puluhan tahun hidup bersama, Luhut mengaku masih memandang sang istri sebagai perempuan yang sama yang ia temui 55 tahun lalu.

“Dia tetap teman bicara saya yang terbaik, perempuan yang selalu percaya kepada saya, selalu mendukung dan memahami apapun pekerjaan saya,” kata Luhut.

Ia berjanji pada istrinya jika jabatannya sebagai menteri berakhir pada 2024 nanti, dirinya tak akan melanjutkan karir politiknya lagi.

“Saya pernah berjanji padanya bahwa selesai masa jabatan saya di 2024 nanti, saya tidak akan menjabat lagi karena saya berpikir sudah waktunya untuk istirahat dan fokus mengurus @yayasandel , cita-cita hidup kami,” ungkap dia.

sumber: suara.com

Rekomendasi

Cara Memperbaiki Masalah Audio Zoom di Desktop dan Seluler

Cara Memperbaiki Masalah Audio Zoom di Desktop dan Seluler

Hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 akan diumumkan pada 30 Oktober ini. Meski nanti dinyatakan lulus, peserta tak langsung diangkat jadi CPNS karena masih menjalani proses verifikasi. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, verifikasi yang dilakukan seperti keabsahan dokumen pendidikan, kesehatan, keterangan tidak pernah diberhentikan sebagai CPNS atau anggota TNI/Polri, dan tidak pernah terlibat dalam politik praktis atau menjadi anggota/bagian dari partai politik (Parpol). "Peserta yang terbukti memiliki keterlibatan dengan Parpol dan politik praktis dapat digugurkan kelulusannya. Sejumlah ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pegawai Negeri Sipil," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2020). Baca juga: Soal Lowongan CPNS 2021, BKN: Masih dalam Pembahasan Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada seleksi tahun ini BKN akan memroses penetapan NIP CPNS 2019 secara digital melalui aplikasi DocuDigital. Selain itu BKN juga membuka peluang penyampaian sanggahan atas pengumuman hasil seleksi CPNS 2019, selama tiga hari terhitung sejak pengumuman hasil seleksi diterbitkan. Hal itu untuk mengakomodir pengaduan dari peserta terhadap hasil pengumuman yang disampaikan oleh masing-masing Instansi. Lebih lanjut, unsur yang dapat disanggah adalah hal-hal yang dapat berdampak pada perubahan hasil seleksi. Sanggahan ditujukan kepada instansi yang dilamar dan disampaikan melalui fitur yang tersedia pada website SSCASN. Jika dari hasil seleksi terdapat formasi kosong, maka pengisian formasi kosong untuk instansi pusat dan instansi daerah dapat diisi oleh peserta yang melamar pada jenis formasi lain dengan jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan/lokasi formasi yang sama, memenuhi nilai ambang batas atau passing grade (PG) SKD formasi umum dan berperingkat terbaik. "Khusus untuk instansi daerah, apabila formasi masih tidak dapat dipenuhi, maka dapat diisi dari peserta yang melamar pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang sama dari unit penempatan/lokasi formasi yang berbeda serta memenuhi nilai ambang batas/PG SKD Formasi Umum dan berperingkat terbaik," paparnya. Baca juga: Tak Puas Hasil Seleksi CPNS 2019? Ada Waktu 4 Hari untuk Protes (acd/fdl)

Ingat Ya! Peserta Lulus CPNS Terlibat Parpol Langsung Dicoret

Back to Top