Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Piagam Madinah menunjukkan pentingnya peran umat beragama dalam menciptakan sebuah tatanan sosial politik yang adil, terbuka, sejahtera dan demokratis.

PERTANYAAN

Piagam Madinah menunjukkan pentingnya peran umat beragama dalam menciptakan sebuah
tatanan sosial politik yang adil, terbuka, sejahtera dan demokratis.

Bagaimana upaya yang dapat dilakukan umat beragama dalam mewujudkan masyarakat
madani tersebut?

JAWABAN;

Adapun ada beberapa peran yang harus dilakukan oleh umat beragam dalam mewujudkan masyarakat madani dalam binaan Rasulullah yang di dasarkan pada Al-Qur’an dan Assunnah beliau sendiri diantaranya;


Pertama,

Tauhid. Tauhid ini sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Al-Ikhlas:1-4 “Dia lah Allah Yang Maha Esa”. Alla adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula dianakan.

Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia.” Dalam ayat kedua tersebut menyatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada Allah swt. Termasuk segala urusan yang berkenaan dengan masyarakat. Kepada Allah mereka, masyarakat, kumpulan dari orang perorang, yang memiliki sistem budaya dan pandangan hidup, menyembah dan mohon pertolongan.


Kedua,

Perdamaian. Dalam kumpulan masyrakat, negara bahkan masyarakat yang paling mikro yaitu keluarga batih (nuclear family: suami, istri, dan anak) tidak akan bisa bertahan keberadaanya jika didalamnya tidak diterapkan perdamaian dianatar warganya.

Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an surah  Al-Hujurat:9 dan 10. “Dan jika dua golongan orang-orang mukmin berperang (bermusuhan), maka damaikan diantara keduanya … sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah bersaudar.

Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu.” Dalam surah Al-Hujurat ini menjelaskan hendaklah yang satu kepada yang lain senantiasa berbuat baik, dan tidak boleh saling bermusuhan.


Ketiga,

Saling Tolong Menolong. Tolong menolong merupakan kelanjutan dan isi berbuat baik terhadap orang lain. Secara naluri, orang yang pernah ditolong orang oleh orang lain disaat ia tertimpa kesulitan/musibah diam-diam ia berjanji “suatu saat akan membalas budi baik yang ia sedang terima”.

Dan disaat itulah ia merasa berhutang budi. Disaat itu juga biasanya sering terlontar kata “semoga Allah membalas budi baik Ibu… dan juga sering diiringi dengan doa “Jazakumu-llahu khairal jaja’, jazakumu-llah khairan kasira” (semoga Allah membalas kebaikan yang jauh lebih baik dan semoga Allah membalas kebaikan yang lebih banyak).

Dan dalam hal tolong-menolong Allah juga memerintahkan didalam Q.S Al-Maidah:3 ” Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.


Keempat,

Bermusyawarah. Biasanya didalam bermusyawarah sering munculnya argumen-argumen yang berbeda dari masing-masing sub kelompok atau warga. Agar tidak terjadinya pihak yang dirugikan dan tertindas, maka musyawarah untuk mencapai kata sepakat, motto yang harus sama-sama dijunjung tinggi adalah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, nikmat sama dirasakan,” duduk sama rendah berdiri sama tinggi”.

Kemudian Allah berfirman dalam Q.S Ali Imran:159 ” Dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila membulatkan tekad (keputusan) maka bertakwalah kepada Allah”. Dalam ayat ini sudah jelas bahwasanya dalam bermusyawarah harus tetap mempersatukan tidak terjadi pertentangan.


Kelima,

Adil. Adil merupakan kata kunci untuk menghapus segala bentuk kecemburan satu sama lain. Munculnya bentuk macam protes dan demo-demo kolosal karena terjadinya tidak keadilan mereka merasa dirugikan oleh mitra kerja, juragan, majikan, atau pemerintah.

Jika para pengusaha, majika, juragan dan pemerintah berbuat adil insyaallah kesentosaan dan kesejahteraan akan menjadi kenyataan bagi masyarakatnya karena rakyat merasa dilindungi dan diayomi, dan penguasa juga dihormati dan disegani.


Keenam, Akhlak. Berbicara tentang akhlak sudah tidak di asingkan lagi karena akhlak adalah buah dari keimanan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan ibadah atau bisa juga diartikan sebagai perangai, tabiat, budi pekerti dan sifat seseorang. Jadi, pada intinya akhlak adalah budi pekerti yang dimiliki seseorang terkait dengan sifat-sifat yang ada pada dirinya. Seperti Nabi Muhammad bahwa dirinya diutus dimuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak manusia supaya ber-akhlaqul karimah. Pengakuan itu diwujudkan dengan tindakan konkrit beliau baik sebagai pribadi maupun dalam membangun masyarakat islam dimasanya, yaitu masyarakat yang disitir dalam Al-Qur’an surah As-Saba:15 “Negeri yang baik dan Allah berkenan senantiasa menurunkan ampunan-Nya.


Berdasarkan pembahasan diatas peran umat beragama dalam mewujudkan masyarakat beradab dan sejahtera (masyarakat madani) adalah menerapkan studi agama, menumbuhkan kesadaran pluralism dan menjaga perdamaian, bermusyawarah, dan bersikap adil. Menumbuhkannya sikap saling pengertian antara sesama umat beragama agar bisa terwujud masyarakat yang beradab dan sejahtera. Serta melakukan usaha-usaha penumbuhan sikap-sikap demokratis, pluralis, dan toleran kepada umat beragama sejak dini melalui pendidikan islam mewajibkan umatnya untuk berdakwah, akan tetapi dakwah tersebut juga harus disampaikan dengan cara yang baik dan manusiawi.Mengerahkan energi bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama memabangun masyarakat madani.

SUMBER; KOMPAS

Rekomendasi

sebutkan ayat Al-Quran yang menjelaskan kelima prinsip kebebasan dalam Islam

Rawan diselewengkan, bansos sembako bakal diganti BLT?

Back to Top