Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Pertimbangan Pemprov DKI Siapkan Pembukaan Tempat Karaoke Dipertanyakan

Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan pembukaan tempat-tempat karaoke melalui Surat Edaran Nomor 64 Tahun 2021. Epidemiolog FKM UI Pandu Riono mempertanyakan mengapa tempat karaoke yang dipersiapkan pembukaannya.

“Kalau dibuka itu, kenapa harus dibuka? Kenapa itu yang dibuka? Tempat pariwisata kan banyak. Apakah ada lobi pengusaha karaoke? Ini kan harusnya dibuat daftar tempat-tempat pariwisata dan hiburan yang diizinkan dibuka, terus dibikin persyaratan,” kata Pandu Riono kepada wartawan, Kamis (11/3/2021).

Riono meminta pembukaan dilakukan secara transparan. Selain itu, dia juga tidak hanya tempat karaoke yang dipersiapkan.

“Dibuat transparan. Kalau tidak transparan itu bisa main belakang, menyangkut lobinya, yang dibuka duluan. Kalau dibuat transparan, nanti harus dikonsultasikan dengan Dinas Kesehatan, dengan dinas yang lain, gitu,” ujar Pandu.

“Jangan hanya fokus pada karaoke, semua tempat pariwisata yang mau dibuka dibuat listing-nya, persyaratannya apa, ketentuannya apa. Jadi supaya dunia bisnis itu jangan dibohongi lagi,” tambahnya.

Senada dengan Pandu Riono, epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman menilai pembukaan kegiatan indoor seperti karaoke mesti dikaji secara matang. Ventilasi udara dan jumlah pengunjung menurut Dicky patut diperhitungkan.

“Saya kira untuk situasi saat ini sebaiknya, yang sifatnya indoor itu dikaji sangat matang, apalagi dilihat bagaimana tidak digeneralisasi, harus kasuistik. Pertama sifatnya harus outdoor diutamakan, kedua, ketika indoor, lihat ventilasinya, lihat bagaimana utama ini ventilasi,” ucap Dicky.

“Kemudian juga tentu kapasitas diperhatikan dan tentu juga dilihat dia ada di lokasi yang mengalami pandemi serius atau tidak, misalnya dari sisi zonasi, terutama sih dari kasus kematian dan positivity rate itu yang harus diperhatikan,” sambungnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Adanya ancaman virus Corona B117 yang sudah masuk RI juga harus diantisipasi. Kebangkitan ekonomi, kata Dicky, perlu tetap perlu mengutamakan protokol kesehatan.

“Karena ini sekali lagi, kita ini mengalami satu ancaman baru (virus) baru, jadi harus hati-hati, ya di tengah memang di situasi keterpurukan dari sisi ekonomi dan ini memang dilematis tapi mau tidak mau harus kita utamakan protokol-protokol yang sifatnya melindungi atau mencegah potensi penularan. Jadi saya kira, untuk karaoke ini harus dilakukan kajian, mapping, dan juga lihat verifikasi,” imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya resmi memperpanjang PPKM mikro hingga 22 Maret. Selaras dengan itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI sedang menyiapkan pembukaan tempat karaoke.

“Benar,” ujar Kabid Industri Pariwisata Disparekraf Pemprov DKI Jakarta Bambang Ismadi kepada detikcom, Selasa (9/3).

Dalam Surat Edaran Nomor 64 Tahun 2021 itu, dijelaskan usaha karaoke sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali pada masa PPKM berbasis mikro dengan mengajukan permohonan pembukaan kembali usaha karaoke kepada tim Gubernur melalui Dinas Pariwisata dan ekonomi Kreatif Provinsi DK Jakarta. (rfs/zak/ DETIK.COM)

Rekomendasi

WOW, Jokowi Keluarkan Limbah Batu Bara dari Kategori Berbahaya

Bye India! Honda Mau Pindahkan Pabrik ke RI

Back to Top