Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Seruan Jokowi Benci Produk Asing, Balada Impor Garam di Tengah

Indonesia berencana impor garam dalam waktu dekat untuk memenuhi kebutuhan nasional. Hal itu sudah diputuskan dalam rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, saat ini sedang menunggu data kebutuhan garam di Indonesia untuk mengetahui kuota impornya.

Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menggaungkan cinta produk Indonesia dan benci produk asing. Namun impor garam seakan sudah jadi ketergantungan, janji Indonesia swasembada garam 2015 juga hanya wacana hingga saat ini.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim menilai pernyataan Jokowi untuk mengedepankan produk dalam negeri khususnya di bidang pangan tidak konsisten, termasuk untuk impor garam.

“Sejak Presiden Jokowi memimpin pada tahun 2014, sudah terlihat inkonsistensi kebijakannya di bidang pangan. Beliau kampanyekan stop impor dan fokuskan pemenuhan pangan dari dalam negeri, setelah dilantik justru keran impor dibuka seluas mungkin,” kata Abdul, Senin (15/3/2021).

Selain impor garam, pemerintah juga menyatakan keputusannya untuk impor beras setelah Jokowi gaungkan benci produk asing. Hal itu dinilai dapat melukai petani yang telah memanen dua komoditas tersebut.

“Belum genap sehari berujar cintai produk lokal dan benci produk asing, melalui Menteri (Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga) Hartarto, pemerintah justru berencana impor beras dan sekarang garam,” ucapnya.

Lanjut halaman berikutnya.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menambahkan bahwa pernyataan Jokowi yang meminta benci produk asing tidak tepat. Pasalnya, negara manapun khususnya Indonesia tidak bisa lepas dari impor.

“Garam hanya satu contoh saja bagaimana kita belum bisa lepas dari produk impor dan memang tidak akan pernah kita 100% tidak melakukan impor. Yang tepat seharusnya kita lebih mencintai dan memilih produk dalam negeri,” tuturnya.(aid/fdl/ detik.com)

Rekomendasi

Besok Pemerintah Lelang Surat Utang, Buruan Siapin Duit!

Bacakan Pleidoi, Djoko Tjandra: Saya Korban Penipuan, Maka Bebaskanlah Saya

Back to Top