Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

JAWABAN Tema 8 Kelas 5 SD Halaman 16 17 23 26 Tematik Subtema 1 Pembelajaran 3

Berikut Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 5 SD Halaman 16 17 23 26 Tematik Subtema 1 Pembelajaran 3 yang Tribunnews kutip dari Buku Guru dan Siswa serta beberapa sumber lainnya:

Kunci Jawaban Halaman 16 17

Ayo Berdiskusi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama teman-teman kelompokmu.

1. Ceritakanlah secara singkat peristiwa pada teks “Rumah Betang Uluk Palin”.

2. Apa keunikan rumah betang?

3. Apa keunikan rumah adat di daerahmu?

Tulislah hasil diskusimu, lalu bacalah di depan kelompok lain dan bapak/ibu guru.

Rumah Betang Uluk Palin
Rumah Betang Uluk Palin

Jawab:

Peristiwa yang terjadi pada teks “Rumah Betang Uluk Palin”:

Rumah betang (rumah panjang) uluk palin adalah rumah adat suku Dayak, yang terletak di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rumah betang uluk palin ini mempunyai ukuran panjang 268 meter dengan ketinggian 5-6 meter, dan memiliki 53 bilik rumah. Rumah betang uluk palin dihuni lebih dari 500 jiwa yang terdiri atas sekitar 130 kepala keluarga. Diperkirakan rumah ini pertama kali didirikan oleh komunitas Tamambaloh Apalin pada tahun 1800-an. Namun, pada tanggal 13 September 2014 malam, rumah betang uluk palin terbakar dan tidak ada yang tersisa dari rumah betang yang terpanjang dan tertua di seantero Kalimantan itu.

Keunikan “Rumah Betang Uluk Palin”:

– Dibangun tinggi dari permukaan tanah (berukuran panjang 268 meter, tinggi 5-6
meter) untuk menghindari musuh, binatang buas atau banjir.

– Memiliki 53 bilik rumah, dan dihuni oleh lebih dari 500 jiwa yang terdiri atas sekitar 130 kepala keluarga.

– Bentuknya memanjang serta terdapat sebuah tangga dan pintu masuk ke dalam.

– Tiga kali berpindah lokasi karena menyesuaikan dengan perubahan alur Sungai Uluk dan sungai Nyabau akibat erosi.

– Dapat ditemui di pinggiran sungai-sungai besar yang ada di Kalimantan.

Keunikan rumah adat di daerahku: Jawa Tengah

– Bentuk atap rumah joglo terdiri dari dua bidang, segitiga serta trapesium.

– Atap rumah Joglo dibedakan menjadi dua yaitu, atap rumah Joglo Lambang Sari dan Lambang Gantung.

– Rumah joglo memiliki dua bagian utama yaitu pendopo sebagai tempat menerima tamu dan rumah bagian dalam.

– Tiang pada rumah Joglo umumnya berjumlah 16. Tiang menyangga atap utama, disebut soko guru. Tiang penyangga bagian luar disebut soko rowo. Tiang-tiang menyangga atap bagian paling luar setelah soko rowo disebut soko emper.

– Masyarakat biasa umumnya membangun rumah Joglo dengan gaya Joglo Limasan, Joglo Sinom, Joglo Jompongan, Joglo Pangrawit.

– Bangsawan tinggal di bangunan Joglo dengan gaya Joglo Semar Tinandhu, Joglo Mangkurat, dan Joglo Hageng.

Kunci Jawaban Halaman 23

Ayo Bermain Peran

Kamu telah mengetahui keragaman budaya di Indonesia. Keberagaman itu tentu diperlukan sikap toleransi di antara masyarakat Indonesia. Sikap apa yang dapat kalian terapkan dalam keragaman budaya masyarakat Indonesia?

Buatlah naskah drama pendek tentang sikap toleransi, lalu mainkan naskah drama tersebut.

Jawab:

Contoh Naskah drama pendek tentang sikap toleransi:

Di sebuah pagi, di halaman sebuah rumah, Deni nampak sedang menunggu Iqbal.

Deni: (lama sekali dia datang.)

Iqbal: Hai, Deni. Apa kau sudah lama menunggu?

Deni: Ya, sudah sekitar 35 menit.

Iqbal: Maaf ya, aku harus membantu ibuku dulu.

Deni: Ya, tidak apa-apa. Ayo sekarang kita pergi ke vihara.

Iqbal: Loh, kenapa ke Vihara? Untuk apa kita kesana?

Deni: Baru-baru ini kan terjadi kasus kebakaran di beberapa vihara di kota kita. Aku ingin kita kesana untuk membantu umat di sana bersih-bersih.

Iqbal: Kenapa kita harus ikut membantu? Kita kan berbeda dari mereka?

Deni: Berbeda kan bukan berarti tidak bisa saling mengasisi, Iqbal.

Iqbal: Oh iya, kamu benar juga. Baik kalau begitu. Mari kita pergi.

Deni: Begitu dong, ayo!

Tugas

Kerjakan tugas ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.

1. Tuliskan daftar kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu yang sesuai artinya. Tuliskan paling sedikit 25 kata.

2. Identifikasi nama dan keunikan pakaian adat dari daerahmu.

3. Tuliskan judul lagu-lagu daerah di Indonesia.

Jawab:

Daerah: Jawa Tengah

1. Daftar 25 kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerah sesuai artinya.

– Belum: Dereng

– Mengerti: Ngertos

– Karena: Amargi

– Makan: Dahar

– Betul: Leres

– Dengar: Mireng

– Besar: Ageng

– Suka: Remen

– Banyak: Kathah

– Duduk: Lenggah

– Punya: Kagungan

– Membeli: Tumbas

– Mau: Kersa

– Jangan: Ampun

– Jauh: Tebih

– Pergi: Tindhak

– Dekat: Cerak

– Datang: Rawuh

– Minum: Ngunjuk

– Berbicara: Ngendika

– Ada: Wonten

– Sama: Sami

– Sedikit: Sakedhik

– Lihat: Mirsani

– Bisa: Saged

2. Nama dan keunikan pakaian adat:

– Jawi Jangkep yang dipakai pria terdiri dari baju beskap dengan motif bunga, pakaian bawah berupa jarik yang dililitkan di pinggang dan di ikat dengan stagen dan sabuk, blangkon, selop, serta aksesori tambahan seperti keris.

– Pakaian adat wanita bernama kebaya (terbuat dari bahan katun, beludru, sutera brokat, dan nilon yang berwarna cerah).

– Pakaian adat wanita dilengkapi dengan sanggul dan konde.

– Bagi wanita, memiliki tambahan tata rias yang unik pada wajahnya terutama bagian dahi.

– Warna-warna khas pakaian adat Jawa Tengah seperti Hitam, Hijau, Hitam berpadu dengan emas, dan berbagai warna cerah lainnya.

3. Judul lagu-lagu daerah di Indonesia.

– Aceh: Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Tawar Sadenge, Aceh Lon Sayang

– Sumatra Utara: Dago Inang Sarge, Sigulempong, Sinanggar Tulo, Madekdek Magambiri, dan Butet

– Sumatra Barat: Ayam Den Lapeh, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Dindin Badindin, Malam Bainai

– Jambi: Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, TimangTimang Anakku Sayang, Batanghari, Pinang Muda.

– Riau: Lancang Kuning, Soleram, Laksmana Raja di Laut, Ocu Maantau, dan Rang Talu

– Kepulauan Riau: Pak Ngah Belek, Segantang Lada, Bujang Lagak, Hang Tuah, Kepri Manise

– Sumatra Selatan: Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Kabile-Bile, Tari Tanggai, Selayang Pandang

– Kepulauan Babel: Yok Miak, Berage, Miakku Sayang, Laug Men Sahang Lah Mirah, Gunung Tajam.

– Bengkulu: Lalan Belek, Sungai Suci, Umang-umang, Anak Kunang, Yo Botoi-Botoi

– Lampung: Adi-adi Laun Lambar, Sang Bumi Ghuwai Jughai, Penyandangan, Cangget Agung, Lipang Lipang Dang, Sang Bumi Ruwai Jurai.

– Banten: Dayung Sampan, Jereh Bu Guru, Tong Sarakah, Dayung Sampan, Yu Ragem Belajar

– DKI Jakarta: Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Ondel-ondel, Kelap-Kelip, Kicir-Kicir, Lenggang Kangkung, Cik Abang, Sirih Kuning.

– Jawa Barat: Manuk Dadali, Pileuleuyan, Tokecang, Cing Cangkeling, Bubuy Bulan, Sapu Nyere Pegat Simpay

– DI Yogyakarta: Pitik Tukung, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah, Walang Kekek, Gethuk, Kupu Kuwi

– Jawa Tengah: Bapak Pucung, Gambang Suling, Gundhul Pacul, Gambang Suling, Padhang Wulan, Gek Kepriye

– Jawa Timur: Cublak-cublak Suweng, Rek Ayo Rek, Tanduk Majeng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Keraban Sape.

– Bali: Janger, Macepet Cepetan, Meyong-Meyong, Ratu Anom, Ngusak Asik, Dadong Dauh

– Nusa Tenggara Barat: Moree, Pai Mura Rame, Tutu Koda, Kadal Nongak, Gugur Mayang, Tebe O nana

– Nusa Tenggara Timur: Anak Kambing Saya, Bolelebo, Potong Bebek Angsa, Batu Matia, O Nawenni Tana, Lagu Oras Loron Malirin, Oli Gailaru Marada

– Kalimantan Utara: Bebalon, Pinang Sendawar, dan Tuyang, Gunung Incung, Leten Jenai, Dau dau jejo’ de Pujasera

– Kalimantan Barat: Cik Cik Periuk, Aek Kapuas, Kapal Belon, Ca Uncang, Dara Muning

– Kalimantan Tengah: Kalayar, Oh Indang Oh Apang, Tumpi Way, Naluya, Mamangun Mahagu Lewu, Manari Manasai, Malauk Manjala

– Kalimantan Timur: Indung-Indung, Oh Adingkoh, Bulan Haji, Buah Bolok, Burung Enggang Merista, Lamin Talungsur, Yamu Ame Tonge

– Kalimantan Selatan: Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat, Anak Pipit, Japin Rantauan

– Sulawesi Utara: O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo, Gadis Taruna, Esa Mokan, Rambadia.

– Sulawesi Tengah: Tananggu Kaili, Tondok Kadadingku, Rano Poso, Banggai Tano Monondok, Wita Mor, Tape Gugu

– Gorontalo: Tahuli Li Mama, Moholunga, Binde Biluhuta, Dabu-Dabu, Tilola Malo Wolo Wololo, Ati Olo Ati Mama.

– Sulawesi Tenggara: Peia Tawa-Tawa, Tana Wolio, Peia Tawa-Tawa, Wulele Sanggula, Mekongga, Sope-Sope..

– Sulawesi Selatan: Anging Mamiri, Marencong-rencong, Pakarena, Anak Kukang, Ati Raja, Alosi Ripolo Dua, Pande Tongantu Nene’ta, To Manglaa, Sulawesi Pa’rasanganta.

– Sulawesi Barat: Tenggang Tenggang Lopi, Pulo Karampuang, Panawar Saliliu. Tanna ratang sukku’na, Sayang-Sayang

– Maluku: Buka Pintu, Burung Kakatua, Waktu Hujan Sore-sore, Nona Manis Siapa yang Punya, Rasa Sayang Sayange, Naik ke Puncak Gunung

– Maluku Utara: Una Kapita, Ngofa Se Dano, Moloku Kie Raha, Borero.

– Papua: E Mambo Simbo, Sajojo sajojo, Sup Mowi Ya, Paik Akori, Rofandu, Akai Bipa Mare

– Papua Barat: Apuse, Yamko Rambe Yamko, Diru-diru Nina, Rasine Ma Rasine, Wesupe

Kunci Jawaban Halaman 26

Ayo Mengamati

Amatilah aktivitas penduduk sekitarmu yang memanfaatkan sumber daya alam.

Lakukan bersama kelompokmu. Buatlah laporan dengan contoh berikut.

Jawab:

Jenis Usaha: kebun sayur
Sumber Daya Alam yang Digunakan: tanah pekarangan
Hasil Usaha: bayam, tomat, kacang panjang
Manfaat: bahan pangan keluarga dan untuk dijual

Jenis Usaha: ternak ayam
Sumber Daya Alam yang Digunakan: tanah pekarangan dan hewan
Hasil Usaha: daging dan telur
Manfaat: kebutuhan protein terpenuhi

Jenis Usaha: pengrajin tempe
Sumber Daya Alam yang Digunakan: tumbuhan
Hasil Usaha: tempe
Manfaat:kebutuhan pangan keluarga terpenuhi

Jenis Usaha: tambak udang
Sumber Daya Alam yang Digunakan: tepi laut dan hewan
Hasil Usaha: udang
Manfaat: kebutuhan pangan keluarga terpenuhi

Jenis Usaha: pertanian
Sumber Daya Alam yang Digunakan: tanah sawah dan tumbuhan
Hasil Usaha: padi
Manfaat: kebutuhan pangan keluarga terpenuhi

Ayo Bercerita

Ceritakan pengamatan kalian di depan kelompok-kelompok lain dan Bapak/Ibu Guru.

Bandingkan dengan hasil pengamatan kelompok lain.

Ayo Renungkan

Apa yang telah aku pelajari hari ini?

Pengetahuan apa yang dapat kumanfaatkan dalam kehidupanku sehari-hari?

Kegiatan Bersama Orang Tua

1. Bagaimana bentuk sikap toleransi atas keragaman budaya di lingkung

2. Identifikasilah kebutuhan dalam keluargamu yang memanfaatkan hasil dari usaha bidang agraris.

*) Disclaimer: Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak. Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi

JAWABAN Tema 8 Kelas 5 SD Halaman 8 10 13

Jawaban TEMA 8 Kelas 6 Halaman 83 84 85 86 87 88 89

Back to Top