Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Jabar Hari Ini: Misteri Mister Sutarman dan Relawan Vaksin Positif COVID-19

Jabar Hari Ini: Misteri Mister Sutarman dan Relawan Vaksin Positif COVID-19
Jabar Hari Ini: Misteri Mister Sutarman dan Relawan Vaksin Positif COVID-19

Heart.id -Paguyuban Tunggal Rahayu mendadak menjadi sorotan setelah diduga mengubah gambar lambang negara, Pancasila. Sosok Mister Sutarman yang didaulat menjadi pemimpin paguyuban yang bermarkas di Cisewu, Kabupaten Garut itu pun tak luput dari pemberitaan.

Angka penyebaran COVID-19 di Jawa Barat masih tinggi. Bupati Kuningan Acep Purnama mewacanakan jam malam dan PSBB untuk memblokade sergapan virus Corona. Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta daerah untuk meniru Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) Bogor untuk menahan laju COVID-19.

Kabar terbaru dari uji klini vaksin COVID-19, salah seorang relawan vaksin buatan Sinovac itu terkonfirmasi positif Corona. Apa saja yang terjadi di Jabar Hari Ini?berikut ulasannya:

Penampakan Uang Kun Fayakun dan Misteri Mister Sutarman

Setelah bikin geger gegara mengubah lambang Garuda Pancasila, Paguyuban Tunggal Rahayu kini jadi perbincangan lagi. Mereka ternyata juga mencetak uang.

Paguyuban yang dikomandoi Mister Sutarman tersebut diketahui mencetak uang sendiri. Hal tersebut dibenarkan Kakesbangpol Garut Wahyudijaya.

“Benar, itu dari mereka. (Nilai nominal) uangnya macam-macam,” kata Wahyu saat dikonfirmasi wartawan terkait foto uang bergambar kepala Mister Sutarman, Rabu (9/9/2020).

Sebagaimana dilihat detikcom, dalam foto yang beredar uang tersebut terlihat beragam. Ada pecahan uang seribu dan sepuluh ribu.

Dalam uang pecahan seribu, tertulis kata Bank Indonesia. Uang tersebut terlihat berwarna krem dengan gradasi warna hijau. Uang itu dilaminasi.

Terdapat ciri yang sangat menonjol dalam uang yang dicetak oleh Paguyuban Tunggal Rahayu. Pada uang tersebut terpampang wajah Mister Sutarman. Dia tampak menggunakan kopiah dan kemeja berdasi.

Di beberapa foto, Sutarman terlihat layaknya seorang pemimpin. Dia bergaya menggunakan pakaian rapi dan kopiah.

Di beberapa foto lain, Sutarman juga terlihat memegang tongkat komando. Dia juga kerap berpose dengan para pengikutnya.

Hingga saat ini, keberadaan Sutarman masih misterius. Di sisi lain, petugas berwenang dikabarkan terus menelusuri fenomena munculnya Paguyuban Tunggal Rahayu.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dan resah dengan adanya kemunculan ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang,” tutup Wahyu.

Selain wajah Sutarman, pada foto tersebut terlihat ada gambar Garuda dengan kepala menghadap depan serta tulisan Arab yaitu kun fayakun.

Sama halnya dengan uang pecahan sepuluh ribu. Dalam uang tersebut terdapat wajah Sutarman serta gambar burung garuda menghadap ke depan. Pada uang tersebut terlihat ada tulisan ‘1958 SKR’.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Kesbangpol Garut, uang tersebut sudah digunakan untuk bertransaksi di kalangan anggota Paguyuban Tunggal Rahayu. “Informasinya (digunakan) hanya di kalangan mereka saja,” ucap Wahyu.

Bupati Kuningan Wacanakan Jam Malam

Terus meningkatnya kasus positif akhir-akhir ini membuat Crisis Center COVID-19 Kabupaten Kuningan mulai menyiapkan sejumlah opsi untuk menekan jumlah penyebaran.

Ketua Crisis Center COVID-19 yang sekaligus Bupati Kuningan Acep Purnama bicara kemungkinan kembali diberlakukannya PSBB dan jam malam jika kasus positif tersebut terus meningkat.

“Kalau kasus terus meningkat dan Kuningan kembali zona merah, jangan salahkan pemerintah PSBB dan jam malam diberlakukan lagi,” tegas Acep kepada detikcom Selasa (8/9/2020).

Menurutnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang semakin hari terus menurun. Hal itu, kata dia, jadi salah satu penyebab kasus positif terus meningkat.

Acep mengaku sudah berkali-kali mengimbau masyarakat untuk disiplin dan bersama-sama menjaga kesehatan untuk menekan jumlah penyebaran.

“Sepertinya masyarakat ingin bebas. Padahal selama masa darurat covid belum dicabut, masyarakat belum bisa normal seperti dulu. Artinya harus menerapkan protokol kesehatan minimal pakai masker,” lanjutnya.

Saat ini selain melakukan upaya dengan melaksanakan swab massal untuk deteksi dini, Pemda Kabupaten Kuningan tidak henti-hentinya meminta masyarakat untuk patuh akan protokol kesehatan. Selain itu, saat ini Acep juga meminta masyarakat Kuningan untuk tidak dulu bepergian ke Kota Cirebon yang kembali masuk dalam zona merah.

“Orang Kuningan sebaiknya jangan dulu bepergian ke Cirebon kalau tidak ada keperluan yang benar-benar penting,” pungkasnya.

Ridwan Kamil Minta Daerah Lain Tiru PSBM Bogor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim pemberlakuan pembatasan jam malam di Kota Bogor menuai hasil positif. Pihaknya akan merekomendasikan daerah lain untuk meniru pola manajemen penanganan di Kota Bogor guna menekan penyebaran COVID-19.

“Penurunan kasus di Kota Bogor sehingga manajemen jam malam dan PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Makro) di sana kelihatan memiliki pengaruh positif,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil ini usai rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

Level kewaspadaan Kota Bogor sendiri saat ini sudah menurun. Awalnya, level di Kota Bogor masuk ke dalam zona merah. Namun saat ini diklaim sudah menurun ke zona oranye.

Kang Emil mengatakan dengan penurunan level tersebut, pola manajemen penanganan di Kota Bogor ini akan direkomendasikan ke daerah lain yang jumlah angka positifnya masih tinggi.

“Sehingga gugus tugas Jawa Barat memberikan rekomendasi kepada tempat-tempat yang kenaikan tinggi untuk mengikuti pola yang sama,” katanya.

Kang Emil menyatakan saat ini ada sekitar lima ribuan kasus aktif di Jawa Barat. Dari lima ribuan itu, sebanyak 2.000-an menjalani isolasi di rumah sakit.

“Total dari kasus aktif lima ribuan di Jawa Barat yang dirawat di rumah sakit sekitar dua ribuan orang 40 persen. Sehingga 60 persennya melaksanakan isolasi di rumah masing-masing,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Positif

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitria Pamungkas Wati terkonfirmasi positif COVID-19. Aktivitas di kantor DPRD Kota Cirebon pun dibatasi.
Sekretaris DPRD Kota Cirebon Agus Sukmanjaya membenarkan adanya informasi tersebut. Fitria merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon dari PDI Perjuangan.

“Iya benar, tadi pagi dapat informasinya. Yang bersangkutan sudah isolasi mandiri,” kata Agus saat dihubungi detikcom, Rabu (9/9/2020).

Lebih lanjut, Agus mengaku tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait pelacakan sejumlah orang yang sempat kontak langsung dengan Fitria. “Kita lakukan pelacakan yang sempat ikut rapat dengan, yang bersangkutan di lingkungan DPRD. Untuk pelacakan di lingkungan rumah yang bersangkutan dilakukan Dinkes,” kata Agus.

Agus menambahkan pihaknya tak menutup sementara aktivitas di DPRD. Alasannya banyak agenda penting yang harus dilakukan.

“Aktivitas di DPRD dibatasi. Seluruh kegiatan kita maksimalkan dengan rapat virtual. Nanti juga ada swab lanjutan, kemudian kita perketat protokol kesehatan,” kata Agus.

Relawan Vaksin COVID-19 Positif Corona

Seorang subjek atau relawan uji klinis vaksin COVID-19 dilaporkan terpapar COVID-19 saat akan mendapatkan suntik vaksin yang kedua. Relawan yang tak disebutkan identitasnya itu diketahui positif setelah melaksanakan swab test.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Unpad Kusnandi Rusmil memastikan, infeksi virus Corona bukan dari vaksin yang disuntikkan. Tetapi, diduga kuat dari kontak yang dilakukan setelah relawan tersebut melakukan perjalanan ke Semarang, Jawa Tengah.

“Jadi dia sudah disuntik, suntik pertama kali. Kemudian pergi ke Semarang, pas pulang ddicek lagi swabnya positif,” ujar Kusnandi saat ditemui di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

“Positif bukan dari vaksin, kalau dari vaksin kan itu virus yang mati. Dia kontak (pergi) ke Semarang,” ujar Kusnandi melanjutkan.

Walau demikian, relawan tersebut tak dikeluarkan (drop out) dari uji klinis yang dilakukan. Akan tetapi, pihaknya akan memberikan jadwal penyuntikan ulang setelah kondisi fisik relawan tersebut sehat kembali.

“Kalau di penelitian memang kalau yang positif di awal (sebelum penyuntikkan) enggak boleh ikut, tapi kalau dia positif karena pergi darimana-mana itu akan kita suntik ulang, tapi dengan pemantauan,” ucapnya.

Secara umum, Kusnandi memaparkan sejauh ini sudah ada 450 orang yang telah mendapatkan suntik vaksin pabrikan Sinovac, Tiongkok. 200 relawan mendapatkan suntikkan yang kedua, dan 250 lainnya baru menjalani penyuntikan yang pertama. ( detik.com )

Rekomendasi

Mau Dapat Modal Usaha Rp 2,4 Juta? Ini Cara Daftarnya

Mau Dapat Modal Usaha Rp 2,4 Juta? Ini Cara Daftarnya

u(buka di tab baru) Menerbitkan… Tambahkan judul Mahfud Md Nilai Penundaan Pilkada 2020 Sulit Diwujudkan

Mahfud Md: 59 Calon Kepala Daerah Terinfeksi COVID-19

Back to Top