Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Duka Bupati Jeneponto-Istri, Positif Corona-Anak Dipolisikan Mahasiswa

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar diterpa sejumlah kabar duka sekaligus. Pasalnya dirinya serta istri dikabarkan positif Corona dan putranya, Isman Triadi dilaporkan ke polisi atas dugaan pengeroyokan.

Kabar positif Corona pun disampaikan melalui rekaman video miliknya yang dilihat detikcom pada Selasa (15/9/2020). Iskandar dan istrinya melakukan tes swab pada Minggu (13/9).

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya H Iksan Iskandar, Bupati Jeneponto pada malam ini mengumumkan kepada seluruh unsur pemerintahan daerah Kabupaten Jeneponto, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang dilakukan Satgas COVID-19 Jeneponto pada hari Minggu di rumah jabatan, telah terkonfirmasi positif COVID-19, saya dan istri saya tercinta,” kata Iksan.

Dia pun menyampaikan kabar ini kepada seluruh warganya. Iksan pun berharap warga maklum jika dia membatasi pertemuan hingga sakit yang dideritanya sembuh.

“Saya harap masyarakat akan memaklumi karena akan membatasi pertemuan kita selama 14 hari ke depan,” kata dia.

Iksan dan istrinya pun mengaku tidak merasakan gejala apapun sebelum dikonfirmasi positif Corona. Dia pun berharap agar lekas bisa kembali bekerja.

“Seluruh petugas, pejabat yang pernah kontak langsung dengan saya untuk dapat segera melakukan tes swab,” imbau dia.

Selain kabar dirinya terkena Corona, Iksan juga dikagetkan dengan kabar anaknya yang terlibat aksi pengeroyokan. Isman Triadi pun saat ini telah dilaporkan ke polisi.

“Sementara kita tindak lanjuti laporannya. Terlapor anak Bupati Jeneponto,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khairul kepada wartawan, Minggu (13/9/2020).

Laporan polisi dimaksud tertuang dalam LP bernomor: LP/342/IX/2020/POLDA SULSEL/RESTABES MKS. Dalam laporan ini, Isman Triadi diduga sebagai otak pengeroyokan terhadap tiga mahasiswa, yakni Herman, Ilham, dan Alam.

“Korban pengakuannya mahasiswa, ada tiga. Mahasiswa salah satu universitas swasta di Makassar,” kata Kompol Agus.

Ketiga korban pun mengalami luka lebam, bengkak di beberapa bagian tubuhnya, seperti pada wajah, tangan, dan dada akibat ditendang. Dugaan pengeroyokan pun terjadi di parkiran sebuah mal, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, pada Kamis (10/9) dini hari. Polisi pun berjanji akan mengusut dugaan peristiwa pengeroyokan ini.

Sementara itu, Kapolsek Mariso Kompol Ahmad Yulias mengatakan, korban dan kelompok putra bupati sama-sama sempat diamankan pada hari kejadian, Kamis (10/9) dini hari. Saat di kantor polisi, putra Bupati mengaku pengeroyokan itu dilakukan karena ia berusaha membela seorang rekannya yang ditendang oleh korban.

“Karena pengakuannya yang diduga keluarga bupati, katanya ditendang temannya di lift sama yang diduga korban penganiyaan ini,” beber Kompol Ahmad saat dimintai konfirmasi.

Dia mengatakan, insiden tendangan dalam lift tersebut berakhir dengan dugaan pengeroyokan di area parkiran mal. Saat itulah tim Sabhara Polda Sulawesi Selatan datang ke lokasi lalu membawa kelompok korban dan putra bupati bersama rekan-rekannya ke Polsek Mariso.

Kompol Ahmad sendiri mengaku telah meminta korban untuk melakukan visum dan membuat laporan polisi. Namun, korban menolak dan memilih pulang ke rumah, begitu pun dengan putra bupati bersama rekannya.

“Korban ndag mau dibuatkan laporan, ndag mau dibuatkan visum. Tahu-tahunya besoknya buat laporan di Polrestabes Makassar,” beber Kompol Ahmad.

Pihak kepolisian pun masih menyelidiki laporan korban tersebut. Belum jelas terkait siapa yang dijadikan tersangka atas aksi pengeroyokan ini.

“Sementara kita lidik kasusnya,” ucap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus.(maa/maa)

sumber: detik.com

Rekomendasi

Mirip iPad Pro Tapi Harga Lebih Murah, hanya…

Kunci Jawaban Tematik Kelas 5 Tema 3 Halaman 2 4 6 8

Kunci Jawaban Tematik Kelas 5 Tema 3 Halaman 2 4 6 8

Back to Top