Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Dikebut, Sudah Sampai Mana Pembangunan Pelabuhan Terbesar RI?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan Pelabuhan Patimban dipercepat. Dia berharap pelabuhan yang digadang-gadang jadi yang terbesar di RI itu akan menjadi motor roda perekonomian yang baru.

Dia menjelaskan, daerah utara Jawa sudah tersambung dengan jalan tol. Seharusnya hal itu bisa menjadi super koridor ekonomi, sebab fasilitas-fasilitas infrastruktur sudah relatif lebih siap untuk menopang kawasan industri, pariwisata, dan sentra-sentra pertanian.

“Oleh sebab itu, dalam rapat terbatas pagi hari ini kita akan percepat Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang Jawa Barat, dan kita harapkan Pelabuhan Patimban ini memiliki peran yang penting dan strategis dalam pertumbuhan dan Perdagangan di wilayah Jawa Barat,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

Jokowi berharap, Pelabuhan Patimban tidak akan menjadi pesaing bagi Pelabuhan Tanjung Priok, melainkan akan menjadi komplementer, atau saling mengisi satu sama lain.

Jokowi juga sebut Pelabuhan Patimban akan melengkapi pembangunan segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Mengisi dua sisi yang sudah terbangun, yakni Bandara Kertajati, serta kawasan industri di Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

“Kita harapkan jika Pelabuhan Patimban ini selesai terbangun segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi yaitu Pelabuhan Patimban kemudian airport Kertajati dan juga kawasan di Bekasi, Karawang dan Purwakarta,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, proyek Pelabuhan Patimban secara keseluruhan menelan investasi Rp 43,2 triliun. Untuk kebutuhan lahannya mencapai 369 hektare (ha) dan backup area mencapai 345,2 ha.

“Ini progresnya untuk dermaga dan reklamasi 81,98% selesai, untuk breakwater dan seawall-nya 55,62% selesai. Kemudian untuk paket akses bridge-nya itu 11,95%. Sedangkan akses road sudah 98,27%, kemudian yang terkait dengan backup area 79%,” terangnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/9/2020).

Saat ini yang tengah didorong untuk dilakukan adalah penentuan operatornya oleh Kementerian Perhubungan. Dengan adanya operator maka akan bisa dilakukan soft opening di November 2020 untuk paket pertama.

“Bapak Presiden menargetkan bahwa soft launching dilaksanakan, karena seluruh konstruksi hampir selesai untuk paket pertama di bulan November,” terangnya.

Airlangga melanjutkan, untuk paket kedua proyek Pelabuhan Patimban ditargetkan selesai di kuartal IV-2021. Sementara untuk secara keseluruhan ditargetkan beroperasi pada 2023.

“Kemudian tentu jalan tol tadi disampaikan oleh Menteri PU, jalan yang akan selesai pertama adalah trase yang terkait dengan dari Patimban port ke jalan akses Pantura 8,2 KM. Sedangkan berikutnya yang trase yang sudah diputuskan dan akan dibuat akses dari pelabuhan Patimban melanjutkan akses ke Tol Cipali yang diperkirakan akan memakan waktu 2 tahun,” terangnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, Pelabuhan Patimban akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia. Untuk tahap pertama bisa menampung muatan kapal sebanyak 7 juta teus, sedangkan secara keseluruhan bisa menampung 14 juta teus.

“Artinya kalau kita melihat bahwa proyek saat ini memang punya kendala karena pergerakan dari Bekasi, Karawang dan Subang yang merupakan pusat industri itu relatif kurang maksimal, nanti ada satu kolaborasi antara Tanjung Priok dan Patimban. Sehingga sebagian mereka dari Bekasi Timur dan Karawang akan menggunakan Patimban, sedangkan Bekasi Barat dan Tangerang tetap menggunakan Tanjung Priok,” tambahnya.

Saat beroperasi perdana nanti Pelabuhan Patimban bakal melayani ekspor otomotif. Baca di halaman selanjutnya.

Budi Karya mengatakan, seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pelabuhan ini akan melayani kebutuhan jalur logistik dari industri otomotif di Jawa Barat.

“Kita harapkan ini akan kita mulai pada bulan Desember adalah kita akan lakukan ekspor otomotif. Kita tahu bahwa di daerah Bekasi dan Karawang banyak sekali industri otomotif,” ujarnya.

Pelabuhan Patimban ini harapannya tidak menjadi pesaing bagi Pelabuhan Tanjung Priok, melainkan bisa saling mengisi. Nantinya diharapkan industri yang berada di kawasan Bekasi Timur dan Karawang bisa melalui Pelabuhan Patimban, sedangkan untuk industri yang berada di Bekasi Barat dan Tangerang tetap melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara Airlangga Hartarto menjelaskan, saat diluncurkan akhir tahun ini kapasitas Pelabuhan Patimban bisa menampung 7,5 juta TEUS peti kemas. Namun jika sudah dibangun secara menyeluruh pada 2023 kapasitasnya bisa mencapai lebih dari 14 juta TEUS.

“Sehingga yang bisa menjadi potensi awal itu adalah otomotif, di mana otomotif itu sekarang sentranya ada di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Ekspor itu targetnya kita akan tingkatkan terus,” terangnya.

Airlangga menjelaskan untuk produksi otomotif di Indonesia diperkirakan bisa meningkat hingga 2 juta unit per tahun di tahun 2025. Dari angka itu pemerintah percaya sekitar 30-40% bisa didorong untuk ekspor.

“Kalau sekarang sekitar 20%. Kalau 40% dari 2 juta itu kan bisa mencapai sekitar 700-800 ribu. Sedangkan ekspor pada hari ini melalui pelabuhan Tanjung Priok sekitar 200.000 kendaraan. Sehingga dengan demikian arahan Presiden ini ada sinerginya. Ada Hyundai sedang investasi. Kapasitas Hyundai 50% untuk ekspor, sehingga tentu sangat tepat waktu pelabuhan,” terangnya.

sumber: detik.com

Rekomendasi

Jokowi Bicara Pandemi di Sidang PBB: No One Is Safe Until Everyone Is

Kemendikbud Akan Evaluasi Bantuan Kuota Usai…

Back to Top