Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in ,

Dapat Keringanan Listrik, Fadli Zon Keluhkan Kelebihan Bayar Tak Dikembalikan: Saya Debat dengan PLN

Anggota DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon mengkritik kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dinilai tidak profesional selama pandemi Covid-19.

Ia mengeluhkan tagihan listrik di beberapa properti miliknya melonjak tinggi, bahkan hampir mencapai 100 persen.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (24/6/2020).

“Saya memang melihat dan datang juga petugas PLN kepada saya, baik yang di rumah saya,” papar Fadli Zon.

“Saya ada juga perpustakaan di Pejompongan dan di Cimanggis, Depok,” lanjutnya.

Fadli mengungkapkan tiga propertinya itu dikenai lonjakan kenaikan tarif yang sangat tinggi.

Padahal selama ini aktivitas di ketiga tempat itu dilakukan seperti biasa.

Saat memprotes hal tersebut, Fadli mengaku tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari PLN.

“Tiga-tiganya mengalami kenaikan, terutama di perpustakaan saya kenaikannya hampir 100 persen,” ungkap dia.

“Sementara aktivitasnya sebetulnya biasa-biasa saja. Alasannya waktu itu saya rasa tidak begitu kuat, karena pencatatannya ada sekitar puluhan juta pelanggan yang harus difoto,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti cara pengecekan meteran yang masih secara manual, yakni petugas datang satu per satu ke rumah.

Jika tidak dilakukan pengecekan, maka tagihan listrik akan diprediksi saja dan dibagi tiga.

Fadli menyebut cara tersebut tidak masuk akal.

“Cara-cara ini manual, tradisional, dan sama sekali tidak modern dan profesional, sehingga mengakibatkan banyak sekali keluhan,” kata Fadli.

Selain itu, ia mengaku propertinya yang kosong juga dikenai kenaikan tarif listrik.

Menurut Fadli, uang yang sudah dibayarkan konsumen seharusnya dikembalikan pada bulan berikutnya.

“Kemudian kalau kita mengalami kelebihan, misalnya di tempat yang kosong, itu tetap mengalami kenaikan,” tuturnya.

“Bulan berikutnya harusnya ada uang konsumen di situ, itu tidak dikembalikan. Kalau konsumennya komplain baru dikembalikan,” jelas Fadli.

Ia mengaku sempat melayangkan protes kepada petugas PLN tentang hal itu.

“Saya berdebat dengan empat orang utusan PLN waktu itu. Ada penjelasan seperti itu, tapi menurut saya kesalahan ada di pihak PLN,” ungkapnya.

Dalam segmen berikutnya, Fadli menyinggung dirinya mendapat program perlindungan lonjakan.

Meskipun begitu, sebelumnya ia tidak mendapat pemberitahuan bahwa akan ada kenaikan tarif.

“Saya juga diberlakukan perlindungan lonjakan. Saya bilang, saya kok enggak diberitahu bahwa ada kenaikan 100 persen?” kata Fadli.

“Kemudian 20 persennya bisa dicicil 3 bulan. Atas dasar apa PLN melakukan itu?” tambah politisi Gerindra tersebut.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga memberikan tanggapan terkait adanya kontroversi kenaikan tarif listrik dari sejumlah pelanggan PLN.

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube KompasTV, Kamis (11/6/2020), Arya Sinulingga menilai hal itu tidak terlepas dengan adanya tendensi politik.

Dirinya menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik yang dilakukan oleh PLN.

Menurutnya, ketika ada kenaikan tagihan listrik itu kemungkinan disebabkan karena penggunaan yang meningkat.

Dirinya kemudian mengingatkan bahwa pada tiga bulan terkahir selama pandemi Virus Corona, banyak masyarakat yang berada di rumah.

Alhasil penggunaan listrik menjadi lebih banyak.

Arya Sinulingga juga menyadari tidak mungkin pihak PLN tega menambah beban masyarakat yang kondisi perekonomiannya sedang memburuk.

“Kami pun tidak mungkin sangat tidak mungkin kita membebani publik dengan kondisi yang ada saat ini,” ujar Arya.

“Jadi kalau ada yang melintir-melintir, kita berharap sih teman-teman tolonglah apalagi yang mempunyai tendensi-tendensi politik, tolong jujur,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Arya Sinulingga berani menantang kepada mereka yang komplain dengan menuding ada kenaikan tarif listrik.

Dirinya meminta mereka supaya menunjukkan bukti adanya kenaikan tarif listrik kepada pihak PLN.

“Kita berani kok, coba teman-teman yang komplain tersebut bawa angkanya ke PLN, lihat meterannya,” katanya.

“Jangan-jangan yang komplain itu tidak bisa membantah nanti.”

Lebih lanjut, Arya Sinulingga mengaku sangat menyayangkan jika memang benar ada kepentingan politik tertentu.

Menurutnya, ada pihak yang memang sengaja memanfaatkan kondisi terkait kenaikan tagihan listrik tersebut.

“Saya berani bener mengatakan bahwa lebih banyak tendensi hal-hal yang melintir yang membuat tidak clear,” sambung dia.

“Marilah dengan kondisi saat ini ayolah, ini kan bangsa kita pingin tenang, jangan lagi kita mengompor-ngompori gitu lho,” harapnya.

“Saya harap semua pelaku-pelaku politik juga melihat dengan clear,” pungkasnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis/Elfan)

sumber: tribunnews.com

Rekomendasi

Baru Lahir dan Prematur, Bayi Kembar Tiga Tertular Virus Corona

PPDB Kabupaten Buka Jalur Zonasi, Afirmasi, dan Perpindahan Orang Tua

Back to Top