Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in ,

Dalam satu ketokan palu Indonesia bisa tenggelam dalam rusuh tiada ujung

Setelah kegaduhan akibat RUU HIP HOP itu dan mencermati semua dinamika yang ditimbulkannya, maka ada 9 Perkara yang tetiba melintas di benak saya pagi ini, sambil menonoh segelas air keruh :



PERTAMA. Kejadian ini hanya ingin menambahkan satu lagi referensi peristiwa yang amat bersejarah, yaitu setiap kali ada upaya segerombolan orang yang berniat jahat ingin mengotak-atik Dasar dan falsafah negara, maka Ulama dan umat Islamlah yang berdiri di barisan terdepan untuk mencegahanya, dan siap melakukan tindakan Paling Radikal untuk menghentikan aksi-aksi sepihak rayap-rayap yang ingin menggerogoti Pancasila itu. Itulah yang terjadi pada tahun 1948, 1965 dan kini 2020.



KEDUA. Ini hanya semakin membuka mata siapa saja, bahwa gerombolan2 yang sering berteriak-teriak “Aku Pancasila !” itu tak ada artinya sama sekali. Teriakan mereka layaknya “Topeng Konspirasi”. Dikiranya rakyat Indonesia yang Hanif akan terpukau dengan teriakan itu, lalu angkat topi dengan Pembelaan mereka terhadap Pancasila, padahal dibelakang mereka melakukan sesuatu yang sama sekali bertolak belakang dengan upaya-upaya memperkokoh posisi dan eksistensi Pancasila sebagai Dasar Negara, di mana Sila Ketuhanan YME memberi nafas kepada empat sila lainya.



KETIGA. Peristiwa ini seolah ingin menyampaikan Kode Keras (Deras), bahwa Anggota Legislatif yang duduk di Senaya itu (DPR RI) , mayoritas (utk tdk mengatakan semuanya) hanya memikirkan kepentingan diri dan Partainya saja, soal negeri ini mau rusak, mau pecah, mau konflik horizontal, mereka tak peduli, asalkan diri dan partainya aman dalam porsi-porsi kekuasaan yang sudah dibagi. Mereka menyebut diri wakil rakyat, tetapi mereka secara terang-terangan telah mendurhakai rakyat.



KEEMPAT. Rangkaian peristiwa ini, mestinya juga memberikan cara pandang yg lebih terbuka kepada sebuah kelompok yg menyuarakan tentang betapa pentingnya kepatuhan pada “Ulil Amri”, bahwa jangan melakukan Demo, jangan protes-protes, patuhi semua perintah Ulil Amri sekalipun terasa mendzhalimi, bahwa yakinlah Ulil Amri tak akan berniat jahat kepada rakyatnya.



Wahai tuan-tuan, coba bayangkan sekiranya Para Ulama dan Umat Islam tidak bergerak serempak, Muhamadiyyah, MUI, NU dan segenap slagorde kekuatan ummat, diam dan duduk manis sambil manggut-manggut menyaksikan tarian HIP HOP itu, maka dlm satu ketokan palu Indonesia bisa tenggelam dalam rusuh tiada ujung.



KELIMA. Mulai sekarang berhentilah meneriakkan klaim bhw Pancasila itu adalah hasil pemikiran seseorang. Ini adalah hasil otak bangsa dari kearifan para Founding Fathers tatkala menyaksikan realitas obyektif dan realitas historis Indonesia

KEENAM. Apa guna BPIP ?

Sumber: postmustanir.com

Rekomendasi

Masih Mengejar-ngejar Mantan? Berarti Anda Tidak Normal!

Dibanderol Rp 2,3 Miliar di Indonesia, Mobil Ini Sudah Dipesan Ratusan Orang

Back to Top