Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

BREAKING NEWS : Pemkot Solo Perpanjang Lagi Status KLB Sampai 21 Juni, Simak Pengumuman Resminya



Pemkot Solo memutuskan tetap memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) terhitung 7 Juni 2020 hingga 14 hari kedepan. 

Seperti diketahui, status tersebut pertama kali diterapkan 13 Maret 2020 dan sampai saat ini telah diperpanjang sebanyak 4 kali. 



Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan perpanjangan tersebut akan diikuti dengan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di Kota Solo. 

“Status KLB tetap, tanggal 7 Juni kita perpanjang, dengan terbitnya perwali,” kata Rudy, Minggu (7/6/2020).

“Kita juga tetap mengacu kepada surat kementerian agama, kemendagri, surat edaran walikota, lalu ditambah perwali,” jelasnya. 

Perwali tersebut akan mengatur soal aktivitas ekonomi dan larangan-larangan selama penerapan KLB.

Misalnya, pembatasan orang dalam pernikahan di tempat ibadat.

“Pernikahan di tempat ibadat dibatasi, umpamanya kapasitasnya 100 jadi 20 orang,” tutur Rudy. 

Rudy mengatakan perwali tersebut akan menjadi pedoman pelaksanaan penanganan Covid-19 di Kota Solo. 

Itu juga tetap mengacu sejumlah kebijakan yang telah dibuat pemerintah pusat, seperti Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020.

“Regulasi itu kita susun untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tandasnya. (*)

Isi Perwali

Status kejadian luar biasa (KLB) Kota Solo kembali diperpanjang mulai 7 Juni 2020 sampai 14 hari kedepan.

Perpenjangan tersebut merupakan kali keempat semenjak diterapkan per 13 Maret 2020.


Bersamaan dengan itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di kota Solo.

Kebijakan tersebut akan mengatur aktivitas ekonomi, hiburan, dan wisata di Kota Bengawan.

Selain itu, pelarangan-pelarangan selama penerapan KLB juga turut diatur dalam perwali.

Perwali tersebut akan diberlakukan mulai 8 Juni 2020.

Nah, seperti apa kira-kira isi perwali tersebut?

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan peraturan tersebut akan mengatus sejumlah aktivitas dan larangan selama penerapan KLB.

Diantaranya, pembatasan orang yang menghadiri pernikahan di tempat ibadat.

“Pernikahan di tempat ibadat dibatasi umpamanya kapasitasnya bisa menampung 100 orang berarti kini hanya boleh menampung 20 orang,” jelas Rudy, Minggu (7/6/2020).

Selain itu, peraturan tersebut nantinya juga membatasi beberapa tempat-tempat olahraga yang berpotensi mengumpulkan masa.

“Kolam renang tidak boleh, bola voli belum, apalagi futsal, bola basket juga belum, kecuali jalan dan lari atau olahraga individu,” terang Rudy.

“Tempat-tempat fitness kemungkinna belum, tapi kalau sepanjang itu bisa dibatasi 50 persen kapasitas dan jaga jarak silahkan,” tambahnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga belum berani memperbolehkan tempat-tempat hiburan kembali buka.

Menurut Rudy, itu mengurangi potensi lonjakan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Solo.

“Bar, karaoke, atau tempat-tempat hiburan dan sebagainya masih belum berani, saya tidak berani,” ucapnya.

Rudy menerangkan kebijakan tersebut dibikin untuk melindungi generasi penerus bangsa dari potensi penularan Covid-19.

“Aturan ini kami susun untuk menyelamatkan generasi bangsa,” terangnya.

Satpol PP akan berpatroli dan ditempatkan di sejumlah titik potensi keramaian untuk mendukung pelaksanaan perwali.

“Satpol PP akan terus patroli, pusat perbelanjaan Satpol PP diperbantukan untuk jaga di depan, kontrol pengunjung-pengunjung yang datang,” ujar Rudy.

“Cek thermogun, cuci tangan, pakai hand sanitizer, jaga jarak, dan tetap pakai masker,” tandasnya. (*)



sumber:  Tribunsolo.com  

Rekomendasi

Survei: Elektabilitas Ganjar Dan RK Melejit, Anies Turun Karena Corona

Ribuan Pengunjung Padati Pantai Kebumen, Banyak Yang Gak Pakai Masker

Back to Top