Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Bolehkah Puasa Rajab di Hari Kedua ?

Minggu 14 Februari 2021 merupakan 2 Rajab 1442 Hijriyah dalam penanggalan Islam.

1 Rajab 1442 Hijriyah jatuh pada Sabtu 13 Februari 2021.

Selamat berpuasa sunnah bagi yang menjalankan. Adapun bacaan niat puasa Rajab ada di dalam artikel ini.

Dalam penanggalan Islam atau kalender Hijriah, Rajab adalah bulan ketujuh setelah Jumadil Akhir dan sebelum Sya’ban.

Bulan Rajab termasuk dalam bulan haram, selain Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharram.Bagi umat Islam, salah satu amalan baik yang boleh dikerjakan di bulan Rajab adalah melaksanakan Puasa Rajab.

Puasa Rajab ini hukumnya sunnah.

Berpuasa pada bulan Rajab merupakan salah satu amalan ibadah yang baik untuk dikerjakan.

Lantas, bisakah puasa dimulai setelah tanggal 1 di bulan Rajab atau dimulai hari kedua ?

Kalender saat ini yakni 1442 H, maka tanggal 1 Rajab jatuh pada Sabtu 13 Februari 2021.

Tidak ada dalil khusus yang menyatakan anjuran berapa hari dan tanggal berapa pelaksanaan Puasa Rajab.

Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Menurut Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah video ceramahnya, tak ada ketentuan khusus disebutkan dalam Alquran atau hadis Nabi Muhammad SAW tentang amalan di bulan ini.

“Hadis Rasulullah tentang keutamaan bulan Rajab sahih, tetapi tak ada disebutkan tentang amalan khususnya. Cuma disebutkan secara umum, yaitu berpuasalah di bulan-bulan haram. Haram di sini berarti mulia, berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu hurum, berarti kehormatan, mulia. Jadi bulan-bulan haram itu artinya adalah bulan-bulan mulia,” jelasnya.

Bulan haram dalan Islam ada empat, yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.

“Sesuai hadis tersebut, disebutkan anjuran agar kita berpuasa di bulan-bulan ini. Jadi, khusus Rajab tak ada dijelaskan apa saja amalan khususnya karena di hadis ini penjelasannya secara umum tak mengkhususkan ke Rajab,” kata UAS.

Selama bulan Rajab, selain berpuasa, kita bisa menghiasinya dengan amalan-amalan baik lainnya jika mau.

Misalnya berzikir, membaca Alquran, bersedekah dan sebagainya.

Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Selain itu, ada lagi keistimewaan lainnya dari bulan Rajab menurut Ustaz Khalid Basalamah.

Di sebuah video ceramahnya, dia menjelaskan tentang tafsir Surah Attaubah ayat 36 yang menjelaskan tentang larangan Allah SWT terkait perbuatan maksiat di bulan-bulan haram ini.

“Artinya, itulah ajaran agama yang lurus, janganlah kalian menzalimi diri kalian di bulan-bulan mulia ini,” ujarnya menyitir terjemahan ayat tersebut.

Imam Qurtubi dalam sebuah tafsirnya tentang ayat ini menjelaskan bahwa siapapun yang berbuat maksiat atau menzalimi dirinya di empat bulan mulia ini akan mendapatkan dosa yang berlipat ganda.

Demikian pula jika kita berbuat baik, maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda pula.

“Dan ini disepakati pula oleh ulama-ulama tafsir lainnya,” kata Ustaz Khalid Basalamah.

Di antara empat bulan istimewa ini hanya Zulhijjah dan Muharram yang ada amalan khususnya, yaitu di Zulhijjah ada puasa Arafah tanggal sembilan, tanggal sepuluhnya ada Hari Raya Idul Adha dan tanggal 11,12 dan 13-nya ada hari Tasyrik.

Kemudian di Muharram ada puasa Tasua dan Asyura pada tanggal sembilan dan sepuluhnya.

“Nah, kalau bulan Rajab tak ada ini, hanya disuruh banyak-banyak berbuat baik dan ganjarannya akan dilipatgandakan,” jelas Ustaz Khalid.

Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat mengingatkan agar kita berhati-hati dengan dalil Puasa Rajab yang menyesatkan atau bid’ah.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika tidak ada puasa khusus yang dilakuan di bulan Rajab.

Namun benar jika kita dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan baik di bulan Rajab seperti berpuasa.

Semisal puasa Senin Kamis, puasa Nabi Daud dan puasa sunnah lainnya.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, tentang puasa di bulan Rajab disebutkan di dalam hadits Muslim pada nomor hadits 1960.

Hadits ini riwayat Sayyidah ‘Aisyah, dikuatkan keterangan Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Muhammad SAW, sering meningkatkan puasa di bulan hurum termasuk bulan Rajab.

“Saya terkadang sering meilihat Nabi Muhammad SAW sering puasa, seakan-akan nggak buka. Tapi juga sering melihat beliau buka seakan-akan tidak puasa,” kata Ustaz Adi Hidayat mengutip hadits dari Sayyidah ‘Aisyah dan Ibnu Abbas RA.

“Maksudnya apa? Kalau kemudian anda ingin meningkatkan puasa di bulan haram seperti Rajab itu boleh-boleh saja,” kata Ustaz Adi HIdayat.

“Walaupun tidak ada kekhususan mengkhususkan puasa di satu bulan saja. Tapi kalau ingin meningkatkan puasa, silakan,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menegaskan, puasa di bulan Rajab hukumnya Sunnah.

“Mau Senin puasa, silakan, mau Kamis puasa, silakan. Pengen puasa Senin Kamis, silakan,” katanya.

“Puasa Nabi Daud, puasa Ayyamul Bidh, silakan. Atau pengen puasa beruntut, Senin puasa, Selasa puasa, Rabu puasa, Kamis tidak, boleh, Apa dalilnya? tadi, karena puasa di bulan haram dianjurkan” kata Ustaz Adi Hidayat.

Kata Ustaz Adi Hidayat yang terpenting adalah niatnya, misalkan untuk menghindarikan maksiat maka lakukan puasa sunnah rajab.

Dalam video ini, ustaz Adi Hidayat juga mengatakan jika banyak dalil terkait puasa Rajab yang salah.

Semisal pernyataan tentang puasa sehari dalam bulan Rajab memiliki jumlah pahala tertentu, adanya surga yang terdapat sungai Rajab, juga janji dimasukkan surga dibebaskan dari neraka.

“Jadi keutamaan puasa Rajab sama dengan puasa di bulan haram lainnya yang menambah pahala saja.” jelasnya.

Cara Pelaksanaan Puasa Rajab

– Membaca niat Puasa Rajab

– Menahan haus, lapar, serta hawa nafsu dari terbit fajar saat azan Subuh hingga hingga azan Magrib.

– Waktu Puasa Rajab dilakukan hingga 10 hari pertama bulan rajab.

– Niat Puasa Rajab boleh dilakukan saat pagi atau siang hari ketika sudah melewati waktu subuh.

Niat Puasa Rajab

Berikut niat Puasa Rajab dilengkapi lafal latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah SWT.

3 Keistimewaan Bulan Rajab

1. Bulan Rajab adalah Bulan Haram

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan yang diharamkan.

Dengan kata lain, bulan Rajab merupakan bulan yang istimewa dan berbeda dari bulan-bulan lainnya.

Allah Ta’ala telah berfirman:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At Taubah [9] : 36).

Maksud bulan haram dalam ayat tersebut adalah bulan haram (suci) yang terdiri dari bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Sebagaimana yang disebutkan oleh sabda Rasulullah SAW , “Zaman (masa) terus berjalan dari sejak awal penciptaan langit dan bumi.”

Satu tahun ada dua belas bulan di antaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan al-Muharam serta Rajab yang berada antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari).

Sehingga arti bulan haram adalah haram untuk saling menyakiti dan saling menumpahkan darah bahkan saling menyebar fitnah (hoaks).

Kecuali memang jika pihak dari musuh dahulu yang pertama kali melakukannya, maka kita diperbolehkan untuk melawan serta bertahan bahkan di perbolehkan untuk membalasnya.

Selain itu, bulan Rajab juga harus bersih dari perbuatan dosa karena dosa saat itu jauh lebih besar.

Pahala ketika beramal shaleh di bulan itu jauh lebih besar daripada bulan yang lain, kecuali bulan Ramadhan.

Dari kutipan Ibnu Abbas, Ibnu Katsir menulis, “Sesungguhnya mengerjakan perbuatan dzalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan dzalim di bulan-bulan yang lain.”

2. Bulan yang Dekat dengan Ramadhan

Bulan Rajab dengan bulan Ramadhan.

Kedua ini hanya terpisah oleh satu bulan yaitu bulan Sya’ban.

Para ulama yang wara’ juga banyak yang mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan semenjak bulan Rajab.

Hal ini telah diabadikan dalam doa ketika masuk bulan Rajab yang sudah banyak kita ketahui.

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan.” (HR Ahmad).

Namun hadist ini dikatakan dho’if (lemah) oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif (218), Syaikh Al Albani dalam tahqiq Misykatul Mashobih (1369), dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam takhrij Musnad Imam Ahmad.

3. Bulan Rajab adalah Bulannya Isra Mi’raj

Bulan Rajab selalu diingat oleh umat Islam karena di dalamnya terdapat peristiwa Isra Mi’raj.

Isra Miraj adalah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa isra Mi’raj juga menjadi jembatan perintah shalat secara langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Jika perintah lainnya hanya melalui malaikat Jibril, maka perintah shalat langsung Allah tunjukkan kepada Rasulullah.



Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Niat Puasa Rajab Hari Ini 14 Februari 2021 ! Bolehkah Puasa Rajab di Hari Kedua ?, https://pontianak.tribunnews.com/2021/02/14/niat-puasa-rajab-hari-ini-14-februari-2021-bolehkah-puasa-rajab-di-hari-kedua?page=all.

Editor: Rizky Prabowo Rahino

Rekomendasi

Jam Buka Puasa Rajab Minggu ! Buka Puasa Rajab Jam Berapa ?

Apakah Menggosok Gigi Membatalkan Puasa ? Bolehkah Sikat Gigi saat Puasa ?

Back to Top