Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in ,

Anies Baswedan Larang Pemakaian Kantong Plastik di Jakarta, Susi Pudjiastuti Beri Pujian: Bravo DKI

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pusjiastuti menyambut positif kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal larangan penggunaan kantong plastik.

Ia pun merespon berita tersebut dengan positif dan bangga.

Hal itu disampaikan Susi Pudjiastuti melalui akun Twitternya, Sabtu (20/6/2020).

Dilansir dari Kompas.com, Anies Baswedan telah meneken Peraturan Gubernur ( Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Pergub itu diteken pada 27 Desember 2019.

Pengelola wajib memberitahukan aturan itu kepada seluruh pelaku usaha di pusat perbelanjaan atau pasar rakyat yang dikelolanya.

Kemudian, pelaku usaha di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat dilarang menyediakan kantong belanja plastik sekali pakai.

Pelaku usaha harus menyediakan kantong belanja ramah lingkungan secara tidak gratis.

Pemprov DKI akan memberikan insentif bagi pengelola yang memberlakukan aturan itu.

Sementara pengelola yang melanggar akan diberikan sanksi.

Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan, Pergub Nomor 142 Tahun 2019 akan diberlakukan pada Juli 2020.

Pemprov DKI akan menyosialisasikan aturan itu terlebih dahulu selama Januari hingga Juni 2020. “(Berlaku) 1 Juli 2020. Sosialisasi dulu selama enam bulan sejak diundangkan,” kata Yogi.

Menanggapi hal itu, Susi Pudjiastuti pun memberikan pujian.

“Bravo DKI,” tulis Susi Pudjiastuti.

Ia mengajak warga untuk sama-sama mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Hal itu diharapkan bisa mengurangi sampah plastik yang banyak ditemukan di lautan.

Apalagi sampah-sampah itu tidak bisa diurai dan membahayakan hewan yang ada di laut.

Bahkan, Susi Pudjiastuti juga sempat menegur putra Presiden RI Jokowi karena minum di plastik.

Wanita Paling Berpengaruh di Twitter

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi menteri terpegah dan paling berpengaruh di media sosial Twitter.

Hal tersebut merupakan hasil riset Indonesia Indicator (I2).

Media sosial Twitter menjadi salah satu ruang publik bagi para netizen untuk menyoroti kebijakan dan kinerja para Menteri Kabinet Jokowi-JK dalam semester pertama 2019.

Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang mengatakan, pihaknya melakukan riset terhadap perbincangan netizen mengenai menteri-menteri kabinet Jokowi-JK dari 1 Januari – 25 Juli 2019.

Selama itu, terjadi 2.989.714 percakapan.

“Twitter menjadi salah satu ruang publik bagi para netizen untuk menyoroti kebijakan dan kinerja para menteri Kabinet Jokowi-JK dalam semester pertama 2019,” ujar Rustika saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/8/2019).

Hasilnya, terdapat 10 nama menteri yang paling banyak disebut netizen.

I2 menggunakan istilah “terpegah” yang berarti termasyhur yang dimaknakan lebih netral ketimbang istilah “populer” yang berarti “dikenal dan disukai”.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama dengan jumlah percakapan sebesar 653.052 cuitan.

Percakapan ini berasal dari berbagai isu kebijakan terkait perikanan.

Sikap Susi yang sering dibela netizen Twitter, hingga sikap personal Susi yang menarik hati dan memberi inspirasi.

Hal ini dilihat dari emosi yang ditujukan pada percakapan Susi didominasi oleh emosi trust (mendukung), anticipation (harapan, saran, masukan, ajakan mendukung), dan joy.

Adapun jumlah netizen yang merespons Susi sebesar 128.241 akun manusia. Posisi kedua ditempati Menko Polhukam Wiranto dengan 405.747 cuitan.

Menteri Terpegah ketiga di Twitter diduduki Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dengan 366.618 cuitan.

“Perhatian netizen pada Wiranto dan Luhut lebih banyak dipicu dari isu seputar bidang politik, hukum, keamanan dan pertahanan,” kata Rustika.

Beberapa tagar politik yang cukup popular pada saat kontestasi pilpres acap dilekatkan dengan dua nama ini.

Adapun jumlah akun yang merespons Wiranto sejumlah 47.247 akun, sementara Luhut 47.371 akun.

Dua nama ini direspons dengan berbagai emosi, seperti dukungan, harapan, namun juga kekecewaan atau kemarahan.

Itu dikaitkan dengan situasi kontestasi pilpres, dimana dua jenderal ini dianggap bertanggung jawab atas situasi keamanan.

Menteri terpegah keempat di Twitter adalah Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dengan 274.084 cuitan (dari 15.777 akun).

Posisi kelima ditempati Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan 214.226 cuitan (dari 43,187 akun).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menempati posisi keenam dengan 159.115 cuitan dari (44.607 akun).

Posisi ketujuh diduduki Mendagri Tjahjo Kumolo dengan 152.460 cuitan dari (30.880 akun).

Lalu Menkominfo Rudiantara di posisi ke delapan dengan 124.623 cuitan dari (28.815 akun).

Posisi kesembilan dan 10 diduduki Sekretaris Kabinet Pramono Anung 84.287 cuitan dari (22.747 akun), dan Menhub Budi Karya Sumadi 73.753 cuitan dari (14.712 akun).

Menurut Rustika, I2 mencoba membuat analisis jejaring percakapan melalui metode social network analysis untuk mengukur kekuatan percakapan dari para menteri tersebut di kalangan netizen.

Hasilnya, nama Susi Pudjiastuti tercatat sebagai menteri yang memiliki daya tarik dan pengaruh kuat di kalangan netizen.

Melalui akun @susipudjiastuti ada sebanyak 2.245 pernyataan yang diunggah Menteri KKP itu dan mendapatkan respons besar dari netizen. Susi juga diquotes sebanyak 1.820 kali.

Pernyataan Susi juga di-retweet sebanyak 17.043 dan di-reply sebanyak 21.909 kali. “Susi tercatat cukup aktif berkomunikasi dengan netizen Twitter,” ujar Rustika.

Meskipun penampilan dan kebijakannya beberapa kali menuai kontroversi, Susi bergeming dengan sikap dan prinsip yang melatari kebijakannya.

Namun demikian, Susi dianggap tetap membuka dialog pada netizen yang bersikap kritis terhadap kebijakannya.

Susi juga dikenal tak segan untuk melakukan “perang” di dunia maya. Hal inilah yang membuat Susi cukup popular di media sosial Twitter. (Kompas.com/Reni Susanti)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Riset I2: Susi Pudjiastuti Jadi Menteri Paling Berpengaruh di Twitter”

sumber: tribunnews.com

Rekomendasi

JK Sebut Pertamina Langsung Bangkrut jika Turunkan Harga BBM Saat Pandemi

Indonesia Perlu Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Berikut Infonya

Back to Top