Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Amalan untuk Melawan Rasa Rakut dan Menundukkan Jin

https: img.okeinfo.net content 2020 06 25 616 2236218 amalan-untuk-melawan-rasa-rakut-dan-menundukkan-jin-eNtn1Xl46s.jpg

JIN dan sebangsanya, makhluk diciptakan Allah SWT dari api termasuk penghuni bumi bersama-sama manusia. Hanya saja ia tak kasat mata atau gaib. Tapi, sering manusia merasa takut dengan gangguan jin. Ternyata ada resep dalam syariat untuk mengatasi rasa takut itu dan menundukkan jin.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrahim Mekarsari Cileungsi Bogor, KH Cep Herry Syarifuddin dalam artikelnya seperti dilansir dari laman jaringansantri, menjelaskan bahwa kita disuruh berkasih sayang kepada semua yang ada di muka bumi, termasuk bangsa jin.

Antara lain dengan tidak kencing di tanah yang berlubang yang kebanyakan dihuni oleh kaum jin, serta dilarang beristinja’ dengan tulang, karena menjadi makanan jin.

“Manusia adalah makhluk yang paling mulia dan diberikan banyak kelebihan oleh Allah yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya.” (Q.S.al-Isra’: 70).

 “Karena itu tidak pantas manusia tunduk dan merasa takut kepada jin dan sebangsanya. Sesungguhnya tipu daya setan atau jin itu lemah.” (Q.S.An-Nisa’ : 76).

“Justeru manusia yang beriman, bertaqwa dan ikhlas sajalah yang paling kuat dan mulia serta tidak bisa dikalahkan atau ditundukkan oleh setan/jin.” (Q.S.al-A’raf :27)

Setan itu tidak lebih hanya sekadar mindzilu hadzihid daar atau “selampe/lap rumah kita” yang sangat remeh, hina dan tidak berharga sama sekali.

Setan atau jin itu pernah disuruh sujud oleh Allah SWT kepada Nabi Adam A.s (QS al-Baqarah: 34). Hal itu menunjukkan bahwa derajat keilmuan dan ketaqwaan manusia lebih tinggi daripada jin/setan.

Kita diberi banyak rahasia do’a untuk menundukkan bangsa jin/setan atau agar selamat dari gangguan/godaan mereka.

Diantara do’a-do’a agar kita terhindar dari gangguan setan/jin adalah dengan membaca Ayat Kursi, Qulhu, Al-Falaq dan An-Naas, 3 ayat terakhir surat al-Baqarah, juga dzikir-dzikir berikut :

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (×٣)

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Ia ciptakan.”

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى الْأَرْضِ وَ لاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ(×٣).

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan perlindungan namaNya,tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang bisa membahayakan (kita). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَ عِقَابِهِ وَ مِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَ اَنْ يَحْضُرُوْنَ (×٣)

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari amarah dan siksaNya, serta dari kejahatan hamba-hambaNya dan godaan ssetan dan dari kehadiran mereka.”

Kalau kita sudah masuk dalam benteng perlindungan Allah, maka tidak ada satupun makhluk yang bisa menembusnya. (Q.S.al-Isra’ : 45, al-A’raf : 200-2001).

Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka semua makhluk akan segan dan hormat kepadanya. Sebaliknya barangsiapa yang takut kepada makhluq, maka semua makhluq akan berani kepadanya.

Gus Amak atau KH Allama Alauddin Ashiddiqi, pendiri Jam’iyyah Ruqyah Aswaja(JRA) pernah memberi resep agar kita tidak takut jin/setan yaitu dengan membayangkan wajah setan/jin itu seperti Doraemon, Donal Bebek, dan semacamnya; bukan yang seram-seram dan menakutkan.

Setan itu tidak lebih hanya sekadar mindzilu hadzihid daar atau “selampe/lap rumah kita” yang sangat remeh, hina dan tidak berharga sama sekali.

Setan atau jin itu pernah disuruh sujud oleh Allah SWT kepada Nabi Adam A.s (QS al-Baqarah: 34). Hal itu menunjukkan bahwa derajat keilmuan dan ketaqwaan manusia lebih tinggi daripada jin/setan.

Kita diberi banyak rahasia do’a untuk menundukkan bangsa jin/setan atau agar selamat dari gangguan/godaan mereka.

Diantara do’a-do’a agar kita terhindar dari gangguan setan/jin adalah dengan membaca Ayat Kursi, Qulhu, Al-Falaq dan An-Naas, 3 ayat terakhir surat al-Baqarah, juga dzikir-dzikir berikut :

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (×٣)

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Ia ciptakan.”

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى الْأَرْضِ وَ لاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ(×٣).

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan perlindungan namaNya,tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang bisa membahayakan (kita). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَ عِقَابِهِ وَ مِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَ اَنْ يَحْضُرُوْنَ (×٣)

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari amarah dan siksaNya, serta dari kejahatan hamba-hambaNya dan godaan ssetan dan dari kehadiran mereka.”

Kalau kita sudah masuk dalam benteng perlindungan Allah, maka tidak ada satupun makhluk yang bisa menembusnya. (Q.S.al-Isra’ : 45, al-A’raf : 200-2001).

Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka semua makhluk akan segan dan hormat kepadanya. Sebaliknya barangsiapa yang takut kepada makhluq, maka semua makhluq akan berani kepadanya.

Gus Amak atau KH Allama Alauddin Ashiddiqi, pendiri Jam’iyyah Ruqyah Aswaja(JRA) pernah memberi resep agar kita tidak takut jin/setan yaitu dengan membayangkan wajah setan/jin itu seperti Doraemon, Donal Bebek, dan semacamnya; bukan yang seram-seram dan menakutkan.

Sumber: muslim.okezone.com

Rekomendasi

Mayangsari Bagikan Rahasia Selalu Disayang Bambang Trihatmodjo

Pedagang yang Ludahi Mangkok Bakso di Kembangan Ternyata untuk Penglaris

Back to Top