Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in ,

170 Tahun Lalu Ada Wabah Susu Mematikan dengan Korban Ribuan Bayi

Sekitar abad ke 19 lalu, ada wabah susu beracun dan mematikan lebih dari 8 ribu bayi di New York. Wabah ini masuk ke dalam salah satu skandal makanan terbesar sepanjang sejarah.

Pada tahun 1857, warga New York di Amerika dihebohkan dengan wabah penyakit misterius yang menewaskan ribuan bayi setelah mereka terserang diare akut usai minum susu. Dikenal sebagai wabah susu.

Dulu dunia kesehatan dan tenaga medis belum secanggih sekarang sehingga sulit untuk melacak asal usul dari wabah mematikan ini. Satu tahun berselang ada jurnalis bernama Frank Leslie yang berhasil membongkar skandal dibalik wabah susu ini.

Dilansir dari Ranker (26/06) berikut beberapa fakta menarik seputar wabah susu yang mematikan.

1. Berawal dari Susu

Wabah Susu Beracun

Sekitar 170 tahun yang lalu banyak keluarga miskin di wilayah New York yang tidak mampu untuk membeli susu berkualitas untuk anak-anak mereka. Akhirnya muncullah susu alternatif yang harganya jauh lebih murah dan dikenal dikenal dengan nama ‘swill milk’.

Swill ini merupakan metode pakan hewan yang dicampur dari air atau sisa-sia makanan. Saat itu peternak susu tidak memiliki banyak biaya sehingga mereka mencampurkan makanan apapun ke sapi-sapi yang kemudian susunya ini diperah dan dijual untuk dikonsumsi para bayi.

Karena proses yang tidak higienis menyebabkan banyak bayi dan anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan hingga diare akut. Bahkan susu ini bisa menyebabkan wabah yang menewaskan 8,000 bayi di New York.

2. Bukan Susu Murni

Wabah Susu Beracun

Selain sapi diberi pakan yang tidak sehat dan berasal dari sisa-sisa makanan yang kotor, kualitas susu yang dihasilkan juga berbeda dengan susu sapi pada umumnya. Swill milk ini punya tekstur susu yang lebih cair dan tidak kental malah mirip seperti air.

Untuk mengelabui konsumen, para produsen susu ini mulai mencampurkan tambahan bahan tertentu seperti tepung terigu, tambahan maizena agar lebih kental sampai cat dinding untuk membuat warnanya lebih putih dan tidak pucat.

Tentu saja semua bahan yang tidak sehat ini mengandung banyak bakteri yang mengacaukan sistem pencernaan anak-anak. Sayangnya banyak orang yang tidak menyadari wabah ini karena terlalu banyak wabah lainnya yang terjadi saat itu.

3. Kandang Sapi yang Sangat Kotor

Wabah Susu Beracun

Sudah dipaksa menyantap makanan sisa yang tak bernutrisi, ditambah dengan kondisi kandang yang jorok dan tidak pernah dibersihkan oleh para peternak. Menurut data yang ada campuran pakan dari swill ini dibuat dari rebusan air dan sisa ampas gandum.

Tentunya makanan ini tidak disukai sapi tapi para sapi ini akhirnya memakannya karena mereka tidak memiliki pilihan lain. Setidaknya dalam sehari beberapa sapi bisa mengonsumsi lebih dari 30 galon swill yang membuat mereka memproduksi lebih banyak susu dibandingkan sapi yang makan rumput.

Tak jarang para sapi ini harus hidup dan tidur di dalam kubangan kotoran mereka sendiri. Banyak sapi yang mati karena kekurangan nutrisi.

4. Dipasarkan Sebagai Susu Pedesaan

Wabah Susu Beracun

Dulu susu swill atau swill milk ini mengiklankan produk mereka sebagai susu murni dari pedesaan yang lebih sehat. Mereka merayu para pembeli dengan iming-iming bahwa susu mereka memiliki kualitas terbaik.

Akhirnya banyak orang yang membelinya dan ketika para bayi mulai meninggal satu per satu, banyak orang yang tidak menyadarinya. Menurut sejarah yang ada saat itu New York juga tengah diterjang wabah kolera dan tifoid.

Banyaknya korban yang berjatuhan saat itu membuat orang-orang berpikir bahwa bayi-bayi mereka yang meninggal disebabkan oleh wabah yang ada, bukan karena susu yang mereka beli.

5. Diungkap Oleh Leslie Frank

Wabah Susu Beracun

Leslie Frank merupakan salah satu jurnalis yang mengupas tuntas tentang skandal susu ampas ini. Lewat delapan artikel yang diterbitkannya, Leslie menemukan bahwa industri susu swill ini sangat tidak sehat dan membahayakan banyak nyawa.

“Wabah ini berasal dari produsen susu yang mencari keuntungan lebih dari sisa gandum yang mereka punya. Saat itu warga Amerika menganggap bahwa susu sapi merupakan minuman yang bernutrisi dan merupakan alternatif dari ASI,” jelas Leslie.

Sejak artikel itu melejit di pasaran dan banyak yang membacanya, banyak produsen susu asli yang mulai mengeluarkan iklan dan menjamin keaslian serta kualitas susu mereka. Pada tahun 1861 akhirnya perdagangan susu swill dihentikan.

sumber: detik.com

Rekomendasi

Diperkirakan 50.114 Pekerja Migran Bakal Pulang ke Indonesia

Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP

Back to Top